Jaringan Komputer Dan Pengertiannya

 Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi (peramban web). Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer. 

 Berdasarkan karaterianya dapat dibedakan menjadi 4 bagian, yaitu diantaranya adalah: 

1. Berdasarkan jangkauan geografis dibedakan menjadi beberapa bagian:

Jaringan LAN 
 Jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil eperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN.
Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.

Jaringan WAN
WAN adalah singkatan dari istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris: Wide Area Network merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.

Jaringan MAN
Metropolitan area network atau disingkat dengan MAN. Suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepaMetropolitan area network atau disingkat dengan MAN. Suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.

2. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data dibedakan menjadi:

Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer klien dan peladen yang mana komputer klien yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server.

Jaringan terdistribusi
Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan klien membentuk sistem jaringan tertentu.

3. Berdasarkan media transmisi data dibedakan menjadi:

• Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.

• Jaringan Nirkabel (Wireless Network)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

4. Berdasarkan peranan Komputer dalam Proses Data:

• Jaringan Client-Server
Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan komputer server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.

• Jaringan Peer-to-peer
Pada jaringan ini tidak ada komputer client maupun komputer server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client sekaligus sebagai server.

5. Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas:

 a) Topologi bus
 Topologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.



Ciri - ciri 
1. Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris
2. Tidak membutuhkan peralatan aktif untuk menghubungkan 
terminal/komputer
3. Sangat berpengaruh pada unjuk kerja komunikasi an
hanya bisa digunakan oleh satu komputer
4. Kabel “cut” dan digunakan konektor BNC tipe T
5. Diujung kabel dipasang 50 OH
6. Jika kabel putus maka komputer lain tidak dapat berkomunikasi dengan lain
7. Susah melakukan pelacakan masalah
8. Discontinue Support.


b) Topologi bintang (Star)

Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi 
dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang 
termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.




Kelebihan
• Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada 
saluran tersebut dan station yang terpaut.
• Tingkat keamanan termasuk tinggi.
• Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
• Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
• Akses Kontrol terpusat.
• Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan 
jaringan. 
• Paling fleksibel.

Kekurangan
• Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan 
berhenti. 
• Boros dalam pemakaian kabel.
• HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
• Peran hub sangat sensitif sehinga ketika terdapat masalah dengan hub 
maka jaringan tersebut akan down.
• Jaringan tergantung pada terminal pusat.
• Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan 
jaringan lambat.
• Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring
• Gambar susah.

c) Topologi cincin (Ring)
Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang
masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk 
jalur melingkar membentuk cincin.
 Pada Topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi sebagai repeater
yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya, artinya masing
perangkat saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat 
sebelumnya kemudian meneruskannya pada perangkat sesudahnya proses,
menerima dan meneruskan sinyal data ini dibantu oleh TOKEN.
TOKEN berisi informasi bersamaan dengan data yang berasal dari komputer 
sumber, token kemudian akan melewati titik/node dan akan memeriksa apakah 
informasi data tersebut digunakan oleh titik/node yang bersangkutan, jika ya maka token akan memberikan data yang diminta oleh node untuk kemudian 
kembali berjalan ke titik/node berikutnya dalam jaringan. Jika tidak maka token 
akan melewati titik/node sambil membawa data menuju ke titik/n
proses ini akan terus berlangsung hingga sinyal data mencapi tujuannya.



Kelebihan
• Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
• Memiliki performa yang lebih baik ketimbang Topologi Bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
• Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
• Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam 
jaringan karena menggunakan konfigurasi point to poin
• Hemat kabel
• Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu 
waktu hanya satu node yang dapat mengirim data.

Kelemahan
• Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node 
mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. Namun hal ini dapat 
diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda (dual ring).
• Pengembangan jaringan lebih kaku, karena memindahkan, menambah 
dan mengubah perangkat jaringan dan mempengaruhi keseluruhan 
jaringan. 
• Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah 
titik/node yang terdapat pada jaringan.
• Lebih sulit untuk dikonfigurasi ketimbang Topologi bintang 
• Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur]
• Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles


Demikianlah artikel tentang macam-macam jaringan komputer yang 
sudah dipublikasikan berikut dengan arti dari masing-masing jenis jaringan 
komputer tersebut. Semoga informasi ini kiranya bermanfaat.

Komentar